Jumat, 21 Februari 2014

Kleptomania pada Usia Dini



Mencuri merupakan kejahatan yang seringkali terjadi. Mencuri terbagi menjadi dua faktor yang pertama adalah faktor yang disebabkan oleh desakan ekonomi, faktor yang kedua adalah faktor yang disebabkan oleh faktor neurosis yg biasanya disebut kleptomania. Kleptomania merupakan suatu disorder yang menjadi perbincangan hangat saat ini, dimana kleptomania sudah banyak ditemukan pada anak-anak usia dini. Berikut penulis akan menjelaskan tentang kleptomania.
Kleptomania adalah nafsu patologis untuk mencuri atau kecenderungan yang tidak bisa dicegah untuk mencuri. Biasanya barang yang diambil dari kleptomania bukanlah barang yang berharga secara materi misalnya gula, sisir, permen, atau barang lainnya. Penderita biasanya merasakan tegang secara subjektif sebelum mencuri dan merasa lega atau nikmat setelah mencuri. Pada umumnya, kleptomania terjadi pada masa puber antara 16 – 20 tahun  dan berakhir pada umur 35 tahun, namun ada kasus yang menyebutkan bahwa anak 5 tahun sudah mengalami kleptomania.
Kleptomania merupakan tindakan perilaku kompulsif, yang berarti keinginan dan impuls yang tidak bisa dicegah untuk melakukan sesuatu perbuatan, tidak bisa dikontrol dan sewaktu melakukannya biasanya bertentangan dengan kemauan yang disadarinya. Perilaku kompulsif memiliki karakteristik yang khusus yaitu pelaku akan senang bila melakukan perbuatan tersebut, dan sebaliknya akan timbul rasa tidak senang, berdosa, dan tidak merasa puas. Kleptomania memiliki gangguan pengendalian impuls yang tidak diklasifikasikan ke tempat lain dituliskan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi keempat (DSM-IV) : gangguan eksplosif intermiten, kleptomania, piromania, berjudi patologis, trikotilomania, dan gangguan pengendalian impuls yang tidak ditentukan (Kaplan & Sadock, 1997).
Kriteria diagnostic untuk kleptomania menurut DSM-IV yaitu, adanya peningkatan rasa tegang sebelum dan rasa puas sesudah melakukannya, ada upaya untuk menyembunyikan perbuatan namun tidak selalu menggunakan kesempatan yang ada, pencurian biasanya dilakukan sendiri, pelaku mungkin mengalami rasa cemas, bersalah dan murung, namun hal ini tidak mencegah individu untuk mengulangi perbuatan tersebut.
Kleptomania bukanlah kecenderungan yang dibawa dari lahir, namun biasanya terjadi dari proses pengkondisian lingkungan sosial. Karena itu banyak kleptomania terjadi pada anak yang salah penempatan lingkungan sosialnya. Apabila terjadi kecenderungan kleptomania pada anak-anak, hal yang harus diperhatikan adalah peran orang tua yang membentuk karakteristik anak. Dimulai dari pengenalan konsep kepemilikan pada anak. Pada usia 8-20 bulan anak sudah dapat bergerak bebas (merangkak, berjalan, dll) sehingga anak sudah dapat secara bebas mengambil benda yang menarik perhatiannya, alangkah baiknya orang tua dapat menjelaskan mana barang yang dapat diambil dan tidak. Kedua adalah peraturan dalam keluarga, dimana setiap orang tua harus memenuhi kebutuhan dan keinginan anak, namun dalam hal ini orang tua harus mampu memberikan penjelasan mana kebutuhan utama dan mana kebutuhan sekunder, sehingga anak dapat mengenal dan mengontrol keinginan dirinya sejak dini. Ketiga adalah gaya hidup keluarga, keluarga harus menerapkan gaya hidup yang menjadi acuan anak pada masa pertumbuhannya. Apakah terbiasa hemat, boros, sederhana, mewah? Itu semua merupakan peran orang tua dalam menanamkan moral-moral yang baik pada anak, sehingga anak tau bahwa kleptomania dan mencuri tidak dapat diterima dalam lingkungan sosial.

Referensi
Kaplan & Sadock, (1997). Sinopsis Psikiatri. Jilid 2. Jakarta: Binarupa aksara.
Kartono, Kartini. (2000). Psikologi Abnormal. Bandung: Mandar Maju
Irna Gustina. (2011, 30 Maret). Kenapa Orang Bisa Jadi Kleptomania. Diunggah dari http://health.detik.com/read/2011/03/30/112748/1604390/763/1/kenapa-orang-bisa-jadi-kleptomania

Selasa, 18 Februari 2014

Ketika Kepuasan Kerja Tidak Lagi di Perhatikan



Pada masa modern seperti ini, kepuasan merupakan hal yang dicari setiap manusia. Begitu juga bagi para pekerja yang setiap hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup, setiap pekerja akan berhadapan dengan dunia kerja yang berbeda satu sama lain. Setiap dunia kerja itu sendiri mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda. Misalnya seorang office boy akan lebih sedikit tanggung jawabnya bila dibandingkan dengan manager, begitu juga dengan hak yang diterima. Namun kedua-nya akan sangat senang bila kepuasan dalam bekerja dapat terpenuhi dengan baik.

Kepuasan kerja adalah hasil keseluruhan dari derajat rasa suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap berbagai aspek dari pekerjaannya (Howell dan Dipboye, 1986). Dengan demikian kepuasan kerja merupakan gambaran atau ungkapan seorang tenaga kerja terhadap pekerjaannya. Dalam kasus yang akan dibahas, model Lawler dari kepuasan bidang (Facet Satisfaction) dapat dijadikan acuan yang tepat. Dalam teori ini dijelaskan bahwa orang akan puas dengan bidang tertentu dari pekerjaan mereka (misalnya dengan rekan kerja, atasan, gaji) jika jumlah dari bidang mereka persepsikan harus mereka terima untuk melaksanakan kerja mereka sama dengan jumlah yang mereka persepsikan dari yang secara aktual mereka terima. Dalam kasus berikut, karyawan mempersepsikan jumlah upah yang diterima kurang dari yang sepatutnya di terima, maka karyawan tidak akan merasa puas.

Di Indonesia tidak sedikit perusahaan yang belum memperhatikan kesejahteraan tenaga kerjanya, salah satunya PT. Berkat Cipta Abadi yang berlokasi di Merauke. Dalam laporan yang diberikan website aldp-papua.com ratusan karyawan kecewa dengan perusahaan yang memberi upah tidak sesuai dengan kerja mereka. Upah yang diterima per hari Rp. 62 ribu dan dalam sebulan mereka hanya mendapatkan rata-rata Rp. 1,8 juta, jumlah yang sangat kecil apabila diukur dari kerja fisik yang dilakukan oleh tenaga kerja. Karyawan yang protes meminta upah di naikan dari Rp. 80 ribu sampai Rp. 100 ribu per harinya. Kasus ini merupakan salah satu dari banyaknya perusahaan yang tidak mementingkan kesejahteraan tenaga kerjanya.

            Dalam pencapaiannya, ada lima faktor yang dapat mendukung kepuasan kerja. Pertama, ciri-ciri intrinsik pekerjaan. Dalah hal ini, keragaman, kesulitan, jumlah pekerjaan, tanggung jawab, otonomi, kendali terhadap metode kerja, kemajemukan, dan kreativitas merupakan unsur-unsur yang menjadi tolak ukur tercapainya kepuasan kerja. Kedua, gaji penghasilan, imbalan yang dirasakan adil (Equittable Reward). Kepuasan kerja merupakan fungsi dari jumlah absolut dari gaji yang diterima, derajat sejauh mana gaji memenuhi harapan-harapan tenaga kerja, dan bagaimana gaji diberikan. Ketiga, penyeliaan. Hubungan fungsional mencerminkan sejauh mana penyelia membentuk tenaga kerja untuk memuaskan nilai-nilai pekerjaan yang penting bagi tenaga kerja. Keempat, rekan sejawat yang menunjang. Terpenuhinya kebutuhan sosial dari rekan kerja yang dapat membantu satu sama lain. Kelima, kondisi kerja yang menunjang. Perusahaan perlu menyediakan ruang kerja yang terang, sejuk, dengan peralatan kerja yang enak untuk digunakan, meja dan kursi kerja yang dapat diatur tinggi-rendah, miring-tegak duduknya. Kondisi kerja yang memperhatikan prinsip ergonomi dan kebutuhan fisik terpenuhi.

            Kepuasan dan ketidakpuasan kerja akan berdampak pada perilaku yang dikeluarkan oleh tenaga kerja. Tiga dampak tersebut adalah, dampak terhadap produktivitas yang menurut Lawler dan Porter sebagai peningkatan dari kepuasan kerja apabila tenaga kerja dapat mempersepsikan bahwa dampak intrinsik (pencapaian sesuatu) dan dampak ekstrinsik (gaji) yang diterima kedua-duanya adil dan wajar serta dapat diasosiasikan dengan kinerja yang unggul. Dampak terhadap ketidakhadiran (Absenteisme) dan keluarnya tenaga kerja (Turnover) memiliki perbedaan yang mendasar. Dalam ketidakhadiran, sifatnya lebih spontan dan mungkin kurang mencerminkan ketidakpuasan dalam pekerjaan. Sedangkan keluarnya tenaga kerja cenderung kepada masalah ekonomis yang besar, maka lebih besar juga kemungkinannya tenaga kerja tidak merasa puas pada pekerjaannya. Dan yang terakhir adalah dampak terhadap kesehatan yang dalam kajian longitudinal disimpulkan bahwa ukuran dari kepuasan kerja merupakan acuan yang baik bagi rentang kehidupan tenaga kerja. Dari ketiga hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kepuasan tenaga kerja menjadi hal yang sensitif untuk kemajuan perusahaan. Oleh karena itu, betapa pentingnya setiap perusahaan di Indonesia baik perusahaan kecil atau besar harus memperhatikan kepuasan tenaga kerjanya.

DAFTAR PUSTAKA

-          Munandar, A.S. (2008). Psikologi Industri dan Organisasi. UI. Press, Jakarta. 
J.O (12 Desember 2012). Karyawan Kecewa Perusahaan Bayar Gaji Tidak Sesuai. Aliansi Demokrasi untuk Papua. Diunggah dari http://www.aldp-papua.com/karyawan-kecewa-perusahaan-bayar-gaji-tak-sesuai/

Sabtu, 10 Agustus 2013

Nikmati Gerhanamu

Selamat pagi temen-temen. pagi hari ini gue dapet sebuah inspirasi buat nulis, sebelumnya maaf kalo gue lama untuk ga posting ke blog karena kerjaan banyak hehe.

Temen-temen pasti tau matahari kan, ketika gw nulis ini, jam di laptop menunjukan pukul 04.55 berarti belum ada matahari di sini (Depok) dan bulan udah mulai turun. begitu pula nanti sore jam 5, matahari mulai turun dan siap-siap kita ketemu bulan. Perlu temen-temen ketahui, di luar sana banyak banget material tata surya yang secara kasat mata lebih indah daripada bulan (mars, jupiter, venus dan satelit-satelit mereka).

Ini sebenernya filosofi tentang kehidupan cinta kita, cowo = matahari, cewe = bulan
terkadang mungkin kalian berpikir si A itu terbaik buat gw, si B terbaik buat gw, padahal yang sebenernya akan terjadi dalam hidup kita, kita akan ketemu sama si C. Kita sekarang sedang dalam proses 'saling mengejar' dimana matahari dan bulan ga bisa ketemu. Mungkin dari temen-temen ngalamin hal kaya gini, apalagi yang umur udah 30+ dan belum ada pasangan hidup, mereka mulai jenuh, akhirnya ambil keputusan untuk ga menikah. terus mau sampe kapan? matahari emang bisa ketemu bulan? BISA!

see? di atas ada gambar simple dari solar eclipse, atau gerhana bulan. siapa diantara kalian yang belum pernah liat gerhana secara langsung? pasti ada. searching google, dan kalian akan tau seperti apa gerhana itu. Kalo buat gw sendiri, gw bisa bilang gerhana itu Indah. Tapi, gerhana bulan itu terjadi dalam 2-5 kali setahun. dan itu ga semua tempat bisa ngeliat seperti apa gerhana. Dan umur gerhana itu ga lama. jadi apa maksudnya? untuk mendapatkan cinta, itu ga gampang. Tapi ketika cinta antara bulan dan matahari ketemu, itu akan menjadi sesuatu yang indah, yang bisa disaksikan banyak orang, ribuan bahkan jutaan orang mau liat gerhana. Tinggal kita belajar ngejalanin seperti apa proses 'mengejar' kita. dan gue sendiri yakin suatu saat gue akan ngalamin gerhana gue sendiri.

Gue mau cerita sedikit, sekarang ini gue sedang berhadapan sama satu wanita, yang mungkin membawa dampak buat hidup gue. Jadi ceritanya, waktu itu gue ikut acara di salah satu gereja, gue ketemu sama seorang cewe ini, dia duduk di depan gue. Secara fisik dia cewe yang sangat gue suka. Tapi malam itu gw ga pernah berfikir untuk deketin dia. Salaman aja udah baguslah pikir gue. Dan kehidupan gue jalan seperti biasa, gue beraktifitas, gue sendiri ga tau seperti apa hidup gw ke depan. Nah ketika gereja itu mengadakan acara lagi, gue sempet berpikir untuk ga ikut, karena fokus gw ke aktifitas gw, tapi setelah dipikir lagi, gue ikut acara itu dengan alasan memang untuk inti acara. Tibalah hari-H dalam perjalanan ke tempat acara, gue inget sama wanita ini, dan timbul pertanyaan, apa dia ikut ya? apa gue bisa kenal? tapi hanya sebatas itu, gue ga berpikir untuk kearah yang lain. dan ketika gw sampe, ternyata wanita itu ikut, begitu senengnya gue. Pada hari itu, tambah 1 hal lagi yang bikin gue kagum sama dia, dia juga bisa musik. Sebagai musisi amatir, gue seneng banget waktu tau wanita yang gue kagumin ternyata bisa musik juga. alhasil, gue mulai timbul rasa pengen tau. mungkin ketika gw mandang temen-temen yang lain 2 detik, ketika mandang dia 5 detik. artinya, gue lebihkan kedia (ga adil ya gue haha). Pada awalnya gue hanya sebatas kagum, di hari kedua, gue coba berani ngobrol sama wanita itu. disitu ternyata dia sangat welcome, enak banget buat ngobrol, begitu juga hari ketiga. Jujur, gue sempet berpikir, apa nanti gue bisa ketemu lagi? apa gue bisa hubungin lagi? atau cuma sampe dsini aja kaya waktu pertama kali? tapi sampai pada detik ini, Puji Tuhan gue masih berhubungan sama dia, dan jadi doa gue suatu saat nanti akan ada gerhana antara kita (apadah).

Mungkin beberapa dari temen-temen ngalamin yang kaya gue alamin sekarang, saran gue cobalah untuk menikmati aja dulu hidup kalian, apalagi yang masih muda, jalanin aja dulu, kita ga pernah tau kapan gerhana kita, kita cuma bisa berusaha, lakukan yang terbaik, ketika tiba waktunya kita tau kita akan jadi indah, dan mungkin bawa dampak positif juga buat orang lain. Sekian ;)

Jumat, 14 Juni 2013

Pelajari segala hal

selamat malam teman-teman pembaca setia blog gue. ga terasa udah lama banget ga share lagi di blog ini. sebenernya malem ini gue agak bingung mau nulis apa, tapi karna udah lama ga nulis, gue berpikir apa yang beberapa hari belakangan ini gue alami dan bisa gue share ke kalian semua.

Sebagai mahasiswa Psikologi, gue selalu berusaha untuk mem'psikolog'kan diri gue dalam setiap situasi. Misalnya, kalo ketemu orang asing di tempat umum, gue berusaha untuk mengenal seperti apa kebribadian mereka, dari cara duduk, berdiri, ngomong, dll. Sampe gue perhatiin nafas dia detik per detik (oke ini lebay).

Setelah beberapa bulan gue mempraktekan itu, sebenernya banyak hal lain yang mungkin ga pernah gue pikir justru gue pelajarin dan dapet hikmahnya, dari setiap situasi gue tau kalo setiap menit yang kita lewatin ada banyak banget pelajaran yang bisa kita ambil dari lingkungan sekitar. ga salah kalo kita beranggapan bahwa lingkunganlah yang membawa pengaruh besar dalam hidup kita pribadi.

Setiap libur kuliah misalnya, gue selalu nganter adik gue yang ke-2 ke sekolah. di perjalanan, gue berpapasan sama banyak banget orang, dari pedagang, supir, Ibu rumah tangga, anak-anak, bapak-bapak, dsb. gue juga ngelewatin daerah jalan raya, pasar, kumuh, pemukiman padat penduduk, kumpulan peloak, dan kuburan. gue lebih memilih lewat jalan belakang daripada lewat jalan utama, karena menurut gue pagi itu akan jadi pagi yang pas buat gue belajar hal-hal baru.

dulu, gue salah satu orang yang bisa dibilang tempramental kalo udah di jalanan. gue ngerasa hebat, bisa, jago, untuk berkendara. apa aja! entah itu motor, sepeda, mobil, gerobak, pokoknya gue ngerasa gue paling bener. seiring berjalannya waktu, gue setiap pagi emang capek, tapi gue tetep paksain buat anter adik gue karena kasian juga bokap pasti capeknya 2x lipat. jadi setiap pagi itu, gue sering banget ketemu sama ibu-ibu atau bapak-bapak yang lagi anter anaknya sekolah, tau lah ya ibu-ibu kalo baru belajar kendarain motor kaya gimana. seakan-akan dia cendananya depok deh. tapi gue coba sabar, sabar, sabar lagi. semakin gue sabar, semakin gue menghargai orang-orang yang lagi nganter anaknya sekolah. karena gue berpikir, selama ini orang hanya memandang orang tua/guru yang berperan penting buat anak di sekolah, tapi yang nganter pun ga kalah penting. misalkan mereka kecelakaan apa tu anak bisa sekolah?

jadi menurut gue, yang nganter anak-anak sekolah itu jasanya juga gede. meskipun seorang tukang ojek. kenapa? karena mereka nganter dengan keinginan, bukan sekedar kebutuhan mereka dengan duit, tapi dia punya tanggung jawab yang besar bawa anak orang buat sekolah.

see? udh ada berapa hal yang bisa kita pelajarin selama '30 menit nganter adik sekolah' itu ?
jadi ga ada salahnya kita lewat jalan kampung, atau jalan yang padat. selain ngindarin macet, banyak hal di kota jakarta dan pinggirannya ini yang masih belum kita liat. ambil hikmah dari semua aktifitas yang mungkin aneh, tapi itu bisa buat kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
tips ini juga mengobati kita dari stress selama macet loh, selain kita lebih sabar, kita juga bisa liat kalo di daerah macet itu sebenernya banyak jadi lahan orang kerja, pedagang rokok, gorengan, minuman, dll. kalo semua jalanan di jkt ga ada yg macet, mungkin penjual yang berdiri itu ga ada lagi. gue aja liat orang jual kacang, untungnya seberapa sihhhhh. kacang sekecil itu seribu, lakunya juga jarang-jarang. makanya kalo ada duit lebih, jangan liat kacangnya. hargain orang yang jual, seribu lo itu berharga banget buat mereka.
oke deh sedikit dulu buat hari ini, tunggu update yg selanjutnya ya. see ya readers ;)

Sabtu, 03 November 2012

Tips Menjaga Keutuhan Rumah Tangga


Hubungan mesra dan hangat di awal pernikahan bisa berubah menjadi tawar seiring berjalannya waktu. Itulah mengapa variasi sangat diperlukan untuk menghidupkan hubungan yang hambar. 
Cobalah menggali kreativitas untuk mengubah hubungan monoton menjadi lebih berwarna, jika pasangan mulai menunjukkan tanda-tanda kebosanan.
Yang pasti, jangan remehkan tanda-tanda yang menunjukkan pasangan bosan. Jika dibiarkan berlarut-larut, bisa menimbulkan malapetaka dalam kehidupan keluarga, seperti memicu terjadinya perselingkuhan.
Agar tak terjebak hubungan hambar, cobalah beberapa trik berikut:
 Komunikasi Komunikasi adalah kunci dari kelanggengan hubungan suami istri. Jika Anda merasa bosan, khawatir, atau tidak bahagia, maka ekspresikan perasaan Anda kepada pasangan. Bicara dari hati ke hati bisa menjadi senjata ampuh mempertahankan kemesraan. Kalau perlu, pergi ke suatu tempat yang membuat Anda dan pasangan terkenang masa-masa indah. 
 Membuat kejutan 
Kejutan bisa Anda ciptakan dalam beragam bentuk. Mulai dari hadiah barang yang sedang pasangan Anda idamkan, menyiapkan makan malam romantis, hingga membuat aksi menantang di tempat tidur. Jangan ragu memainkan kreativitas, misalnya dengan mengajaknya bermain peran saat berhubungan intim atau pamerkan lingerie baru Anda. 
 LiburanMenyisihkan waktu untuk relaksasi bersama bisa menciptakan ruang untuk memulihkan hubungan yang hambar. Sesekali rencanakan liburan ke tempat yang jauh dari rutinitas sehari-hari. Libatkan pasangan, dari saat membuat rencana perjalanan hingga memilih akomodasi. Tanpa disadari, kesibukan menyiapkan liburan sudah dapat menghangatkan kembali hubungan yang hambar.
Sumber

Jumat, 16 Maret 2012

Kuliah itu Perlu !


Selamat malam buat semua temen-temen yang semakin Luar biasa.
setelah beberapa minggu gue ngejalanin serangkaian ujian akhirnya sekarang bisa nge-blog lagi.
Pertama-tama terimakasih buat Universitas Bunda Mulia yang boleh ngijinin gue ikutan Blog Competition.

oke, disini gue mau ngejelasin beberapa point utama yang membuat kita harus, perlu dan wajib untuk kuliah.

1. Peningkatan Kualitas/Mutu
Dalam kehidupan kita, pasti kita mempunyai standart untuk kehidupan kita di masa mendatang, atau biasa di sebut dengan Visi/Misi kita. dari keinginan kita untuk mencapai posisi standart itu ga semudah yang kita bayangkan. Sangat diperlukan adanya suatu usaha dan kemauan yang tinggi. Kalau Mutu kita bagus, dengan pastinya hasil yang kita peroleh juga akan memuaskan. sebaliknya, kalau kita Tidak berkualitas, semakin banyak lagi kemiskinan yang ada di Negara kita ini. Nah, bagaimana cara kita meningkatkan mutu ? salah satunya dari pendidikan !

Melalui pendidikan, akan ada yang namanya Mobilitas sosial atau perpindahan strata 1 ke strata lainnya. Misalnya, bedu seorang anak petani di desa, tetapi ketika ia belajar dengan sungguh, dia bisa mendapatkan beasiswa dan menjadi direktur di sebuah perusahaan. Nah, posisi direktur ini adalah standart yang ingin di capai si bedu, bagaimana cara dia mendapatkannya ? Pendidikan !

2. Mengisi Waktu
Selama selesai SMA, kita sudah seharusnya nentuin mau kerja apa kuliah. gue pribadi sangat menghargai yang namanya kuliah. kenapa ? karena di dalam kampus itu, lo bisa melakukan banyak hal, berorganisasi, interaksi, dan saling berbagi sesama mahasiswa di kampus kita masing- masing. Tidak ada salahnya kalo kita langsung kerja, tapi di kantor dan kampus sangat berbeda. Misalkan lo lulus umur 18 tahun, nikmati masa muda dengan hal positif. Organisasi kampus, Olahraga, Belajar, kerja kelompok, dan masih banyak lagi yang mungkin kita bisa dapatkan di kampus. Di umur 20 tahun, lo udah dapet banyak hal dengan pengalaman yang ga kalah banyaknya sama orang yang kerja di kantoran.
so, jangan membuang waktu dengan hal negatif. kuliah itu PERLU teman :)

3. Membuat Bangga Orang Tua
Ada ungkapan, "anak harus lebih Pintar dari orang tua" itu benar. Kenapa ? kita harus menaikan derajat keluarga kita. misalkan ayah kita lulusan SMP, kita seMINIMALnya harus punya ijazah SMA, bahkan S-1, S-2 kalau bisa S-3. kenapa ? dengan adanya keberhasilan orangtua dalam menyekolahkan anak, dengan sendirinya derajat orang tua kita akan di pandang oleh orang lain. ga salah dong kita berusaha buat bikin bangga orang tua kita dengan cara kaya gitu? karena itu gue mau terus ngebalap gelar pendidikan bokap gue, supaya orang tuaa gue bisa 'bangga' sama gue. artinya kita MENGHARGAI perjuangan orang tua. Tapi kita juga harus inget, kalo kita lebih pintar dari orangtua kita, jangan pernah sekalipun kita ngelawan mereka. karena tanpa mereka, kalian ga bisa baca blog gue sekarang hehe :D

4. Tuhan pasti Mencukupkan
Kenapa gue bikin point ini ? karena gue tau, percaya dan sangat yakin kalau Tuhan itu bisa mencukupkan apa yang kita butuhkan. 1 hal yang harus kalian tanem di dalam hati.
mungkin kalian mau kuliah tapi orang tua cuman buka bengkel tambal ban, tukang jual kue, dsb.
orang tua ngerasa ga mampu kuliahin kalian, kalian apalagi. tapi Tuhan itu ga pernah ngeliat orang dari Fisiknya aja. Tuhan tau segala pikiran kita, hati kita. bahkan sebelum kita ngerencanain sesuatu pun, gue yakin Tuhan udah tau. karena itu buat kalian yang mau kuliah, jangan pantang menyerah. inget, Kuliah itu PERLU ! gue sendiri bisa kuliah karena gue dapet program beasiswa dari Universitas Bunda Mulia, yang kalo di pikir secara manusia, gue ga akan bisa kuliah. tapi itulah, kita ga tau apa yang Tuhan udah rencanain buat kehidupan kita.

Itulah beberapa Point penting buat kita baca, dan renungkan perlu apa ngga sih kuliah itu. semoga sharing kali ini bisa bermanfaat buat kalian, gue sendiri dan orang lain.

Kuliah itu Perlu, Kawan :)

Kamis, 23 Februari 2012

Sharing

entah kenapa hidup gue yang sekarang berasa beda sama yang dulu. semenjak status gue menjadi 'single'.
betapa banyak dan membingungkan perubahan yang terjadi dalam kehidupan gue.
gue selalu mencoba buat bersyukur sama apa yang ada, tapi terkadang semuanya itu membosankan, ga seperti yang gue harapkan. mungkin ini salah satu entri labil.
tapi inilah keadaan gue sekarang, gue ga mau munafik. kalo gue itu butuh banget orang yang bisa perhatiin gue. entah itu temen, pacar, sahabat, istri, atau apapun mahluk dan jenisnya. gue butuh banget perhatian. gue bukan promosi, tapi gue ga tau mau cerita ke siapa lagi. semua sahabat gue cowok yang rata-rata ga peka sama situasi gue, ga memungkinkan gue curhat sama mereka. temen gue belom tentu bisa menimbulkan efek dan respon yang bagus buat gue. yak, gue putusin buat nulis nulis di blog. ternyata konsultor juga butuh motivator.

mungkin ini pelajaran buat gue, jangan suka mainin perasaan cewek. dulu aja perasaan orang gue anggep ga ada. sekarang gue yang ngemis perhatian. sungguh labilnya hidup ini.
tanpa perhatian, kasih sayang, sentuhan dan tatapan.
kehidupan gue yang sekarang flat abis.
sekian